Pages

Selasa, 05 Mei 2015

Aktivitas STN

Science Club merupakan kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan oleh SMA Tunas Nusantara dengan tujuan mendaur ulang sampah sekolah untuk dijadikan barang bekas yang nantinya berkemungkinan memiliki nilai jual. Pada kesempatan kali ini, siswa-siswi SMA Tunas Nusantara melakukan daur ulang barang bekas berupa tutup botol.

Inilah hasil kreasi kami...










Ditulis oleh : Yuni Yusnia

Resensi Buku

Identitas Buku
Judul Buku                       : Padang Bulan
Penulis                               : Andrea Hirata
Penerbit                            : Penerbit Bentang
Jumlah Halaman             : 260  hlm
Resensi                        :  Buku karya Andrea Hirata ini mengisahkan perjuangan seorang anak kecil yaitu Enong untuk menghidupkan keluarganya setelah Ayahnya meninggal. Enong merupakan puteri dari Syalimah dan Zamzami, ia sangat menggemari pelajaran bahasa Inggris. Namun, sayangnya Enong tidak bisa melanjutkan sekolah karena harus menggantikan peran Ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Ia menjadi pendulang timah wanita pertama di Belitong.
                                                  Novel ini juga menceritakan kisah cinta Ikal dengan gadis Tionghoa yaitu A Ling. Cinta mereka dipisahkan oleh Ayah Ikal yang tak setuju dengan perempuan keturunan Tionghoa tersebut.
Kelebihan                         : - Cover buku unik, bersatu dengan novel ‘ Cinta dalam gelas’.
                                               - Bahasa dalam buku ini komunikatif sehingga mudah dimengerti.
                                         - Novel ini memotivasi kita untuk pantang menyerah dalam menghadapi suatu masalah, karena selalu ada solusi dibalik masalah yang kita hadapi.
Kekurangan                         : -
                                                 



Sosok


Dr Soetomo, Pendiri Boedi Oetomo













Dr. Soetomo yang memiliki nama kecil Subroto, lahir di desa Ngepeh, Loceret, Nganjuk, Jawa Timur. Merupakan tokoh dalam berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Beliau menempuh pendidikan di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), Batavia.-Sekolah dokter untuk anak-anak pribumi Hindia Belanda 1903-1911). Pada tahun 1919 sampai 1923, Soetomo melanjutkan studi kedokteran di Belanda.

Pada tahun 1924, sekembalinya ke tanah air beliau mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) yang merupakan wadah bagi kaum terpelajar Indonesia. ISC berhasil mendirikan sekolah tenun, bank kredit, koperasi, dan sebagainya. Pada tahun 1931 ISC berganti nama menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Di bawah pimpinan dr Soetomo, PBI berkembang pesat.

Beliau juga melihat kelemahan yang ada pada Boedi Oetomo. Waktu itu sudah banyak berdiri partai politik. Karena itu, ia ikut giat mengusahakan agar Budi Utomo bergerak di bidang politik dan keanggotaannya terbuka buat seluruh rakyat.

Selain bergerak di bidang politik dan kedokteran, dr Sutomo juga aktif di bidang kewartawanan. Ia bahkan memimpin beberapa buah surat kabar. Dalam usia 50 tahun, ia meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 30 Mei 1938.


Ditulis oleh : Yuni Yusnia
diramu dari berbagai sumber

Headline



Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS)












Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) merupakan  masa di mana bangkitnya jiwa Nasionalisme serta Semangat Persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hari Kebangkitan Nasional ini, ditandai dengan peristiwa penting yakni, berdirinya Boedi Oetomo dan Ikrar Sumpah Pemuda. Masa ini merupakan suatu dampak polotik etis.

Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia sebenarnya bukanlah berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, melainkan diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo yang kemudian berubah menjadi Sarekat Islam pada tahun 1906.

Tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan berdirinya Boedi Oetomo, akhirnya dijadikan sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh-tokoh sejarah kebangkitan nasional, antara lain: Gunawan, Sutomo, dr. Tjipto Mangunkusumo, dr. Douwes Dekker, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dan lain-lain.





Ditulis oleh : Yuni Yusnia
diramu dari berbagai sumber

Senin, 04 Mei 2015

Jendela Dunia

7 Pahlawan Pemimpin Perang Terbaik Dalam Sejarah

Perang yag merupakan sebuah aksi fisik dan non fisik (dalam arti sempit, adalah kondisi permusuhan dengan menggunakan kekerasan) antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Dan disetiap peperangan tentu ada pemimpin perang yang sukses menuntun pengikutnya ke jalur kemenangan dengan strategi jitu yang efektif dan karisma yang mampu membakar semangat para pengikutnya. 
Berikut merupakan kesatria perang yang menjadi pahlawan dan legenda perang karena kepemimpinannya di medan perang dan tentunya sangat di segani dalam sejarah dunia.
 

1. MUHAMMAD SAW.
 
 Sejarah telah mencatat kejeniusan dan kehebatan Rasulullah sebagai panglima di bidang militer dan strategi perang, yang tak tertandingi oleh Panglima perang manapun, siapapun dan dalam perang apapun, serta pada waktu kapanpun, baik pada masa lalu, sekarang maupun yang akan datang. Dan fakta-fakta menunjukkan bahwa Rasulullah Sang Panglima telah mempelopori dan menerapkan seluruh “Principles Of War” yang hari ini menjadi rujukan setiap Panglima perang dan tentaranya.


 Dari peperangan yang banyak itu, yang paling terkenal hingga sekarang adalah Perang Badar, yakni peperangan antara 300 tentara pimpinan Muhammad melawan 700 tentara kafir Mekah (H.G. Wells, The Outline of History, 1949). Kemenangan yang diraih dalam Perang Badar ini--sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an--tidak terlepas dari bantuan dari 3.000 malaikat yang secara khusus diturunkan oleh Allah dari langit untuk membantu tentara pimpinan Muhammad.
 
2. Salahuddin Ayyubi
  Salahudin Al Ayubi atau sering juga di sebut sebagai “Saladin” di dunia barat, merupakan panglima perang Muslim yang dikagumi kepiawaian berperang serta keshalihannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya. Keberanian dan kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib.Juli 1192 sepasukan muslim dalam perang salib menyerang tenda-tenda pasukan salib diluar benteng kota Jaffa, termasuk didalamnya ada tenda Raja Inggris, Richard I. Raja Richard pun menyongsong serangan pasukan muslim dengan berjalan kaki bersama para prajuritnya. Perbandingan pasukan muslim dengan Kristen adalah 4:1. Salahudin Al Ayubi yang melihat Richard dalam kondisi seperti itu berkata kepada saudaranya : ” Bagaimana mungkin seorang raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah ambil kuda arab ini dan berikan kepadanya, seorang laki-laki sehebat dia tidak seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki “. Fragmen diatas dicatat sebagai salah satu karakter yang pemurah dari Salahudin, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Walalupun sedang diatas angin tetap berlaku adil dan menghormati lawan-lawannya.
 
3. Muhammad Al-Fatih
Sultan Muhammad al-Fatih adalah sosok yang ditunggu-tunggu kedatangannya sepanjang sejarah Islam, dimana setiap orang ingin menjadi sosok itu, maka dia adalah sang penakluk Konstantinopel. Bahkan para shahabat Nabi sendiri pun berebutan ingin menjadi orang yang diceritakan Nabi SAW dalam sabdanya.

Konstantinopel atau yang hari ini dikenal dengan nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan benteng legendaris tak tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih, sultan ke-7 Turki Utsmani.
 
4. Alexandre The Great
Ia adalah seorang penakluk asal Makedonia. Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Hannibal, Pompey dan Caesar dari Romawi, dan Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Alexander mampu menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia.
 
5. Sun Tsu
Ia adalah salah satu jenderal tertangguh dan tercerdas milik kerajaan wu. ia adalah jenderal yang pandai menerjemahkan siasat perang. Ialah penulis buku The Art of war, yang merupakan buku panduan perang dan strategi penyergapan yang sekarang dipelajari di seluruh Dunia.

6. Julius Cesar
Dialah jenderal terbesar kekaisaran Romawi.Ia menjadi kaisar romawi di tahun 59 SM.ia adalah jenderal perang cerdas dan berbahaya. Di masa pemerintahanya, ia telah meluaslan pengaruh kekaisaran Romawi ke hampir seluruh Eropa, sebagian Afrika, dan sebagian asia barat. ia juga dikenal sebagai salah satu pemimpin paling diktator di Dunia

7. Hannibal Barca

Dia adalah salah satu pemimpin Kartago yang paling terkenal. Pencapaiannya yang paling besar adalah ketika meletusnya Perang Punic, ketika dia membawa pasukan yang mengandung gajah perang dari Iberia melewati Pyrenees dan Alps sampai bagian utara Itali. Selama invasinya di Italia, dia mengalahkan Ksatria Romawi di beberapa pertempuran, termasuk yang di Trebia, Trasimene dan Cannae.
 
Dibagikan oleh Siti Nurhaliza
sumber : adha-share







Karya Sastra - Drama



PENYESALAN TERDALAM
Oleh Siti Nurhaliza

     Di sebuah kelas social sedang terjadi perbincangan para siswi mengenai pelajaran social studies. Pelajaran yang dulu sangat digemari oleh anak IPS. Mereka senang melakukan penelitian sosial mengenai berbagai masalah sosial. Mulai dari mengamati, mengelompokkan dan menginterpretasikan masalah sosial tersebut. Tetapi kini mereka merasa sangat jenuh dengan mata pelajaran tersebut karena penelitian mereka tak kunjung selesai.
Iza                        : Eh, kalian sudah melakukan wawancara?
Tari                       : Udah dong, kalo kamu?
Iza                         : Sudah juga, tapi belum semua respondennya. Kamu ko diem aja sih Wi?
Tiwi                      : Hmm.. aku sudah coba wawancara. Tapi respondennya tidak bersedia.
Iza & Tari            : Loh, kenapa?
Tiwi                     : Mereka bilang tema penelitian aku membuat mereka sedih, jadi mereka ga mau aku wawancarai. Aku bingung nanti harus laporan bagaimana dengan Bu Rahma.
(bunyi getar hp)
Tari                       : (ngecek hp) Ada sms dari Bu Rahma nih
Iza                         : mana, mana! (ingin merebut hp B)
Tari                       : sabar dong ah! (dengan nada marah)
     “ Maaf yaa, anak2 ibu. Ibu ga bisa datang mengajar social studies pagi ini karena ibu sdg kurang enak badan. InsyaAllah, nanti siang kalo sudah membaik ibu dtng. “
Tiwi                      : alhamdulilah (merasa lega)
Iza                         : yeahh! (senang)
Tari                       : kok kalian senang sih Bu Rahma tdk masuk?
Tiwi                      : bukan gitu B, masalahnya wawancara aku belum selesai.
Iza                         : yaa, aku juga. Kamu sih enak!
Tari                       : enak apanya? Kalian merasakan ga apa yang lagi aku rasakan?
Iza & Tiwi           : jenuh!! (berbarengan)
Tari                       : ko kalian tahu sih?
Iza & Tiwi           : yaiyalah
Tari                       : aku juga ngerasa jenuh B. Penelitian kita ga selesai2. Revisi teruss!! (kesal)
Tiwi                  : Iyaa, coba deh liat anak IPA. Mereka pasti udah melakukan banyak penelitian ilmiah, sedangkan kita?..
Tari                       : satu aja belum selesai2 (melanjutkan kata2 Tiwi)

“ Teet..teett.. “ bel istirahat berbunyi mereka menyudahi percakapan dan beranjak untuk tadarus dan solat Dhuha bersama.
Bel masukpun berbunyi dan mereka bergegas untuk masuk kelas. Setelah beberapa menit kemudian, Bu Rahma memasuki kelas.

Bu Rahma          : Assalamu’alaikum (sambil berjalan menuju meja guru)
All                        : Wa’alaikumsalam
Bu Rahma         : Bagaimana hasil wawancara kalian? seperti biasa ya berikan laporan ke ibu satu per satu!
Tari                    : Saya udah wawancara bu, dapet 3 responden. Tetapi 1 respondennya bukan pelajar.
Bu Rahma           : Lalu, mana hasil wawancaranya?
Tari                       : Belum diketik bu.
Bu Rahma      : Kalian itu kan sudah tau langkah selanjutnya harus ditulis/diketik. Jangan nunggu Ibu pinta baru dikerjakan! Kalian harus lebih kreatif dong. Tiwi, bagaimana wawancara kamu?
Tiwi                 : Saya sudah coba wawancara bu. Tetapi respondennya tdk bersedia dgn alasan tema penelitian saya membuat mereka sedih.
Bu Rahma           : Ada berapa responden yang sudah kamu coba wawancarai?
Tiwi        : 2 responden. Salah satu respondennya itu teman SMP saya. Dia ga mau diwawancarain soalnya orang tuanya udah gaada semuanya dan ga mau sedih lagi karena mengingat mereka. 1 responden lagi itu teman adik saya, dia juga sama ga mau kalo “ broken home “ terjadi pada diri dia dan dia ga bersedia saya wawancarai.
Bu Rahma           : Hmm, kalo seperti itu berarti responden yang kamu wawancarai tidak merasa nyaman dengan kamu. Seharusnya kamu membuat mereka nyaman terlebih dahulu, misalnya iseng2 main ke rumahnya, lalu tanyakan kabar ayah/ibunya, dst. Setelah itu, kamu masuk ke topik wawancara kamu.
Tiwi                      : Baik bu, nanti akan saya coba lagi.
Bu Rahma           : (menengok ke arah Iza dan senyum sinis)
Iza                    : Saya sudah wawancara bu, di warnet dekat rumah saya. Tetapi hanya dapat 1 responden, karena saya tidak boleh lama-lama berada di luar rumah dan hasilnya juga belum saya ketik.

Bu Rahma : Itu tidak bisa dijadikan alasan. Ibu juga sedang sakit, tetap ibu usahakan untuk datang dan mengajar satu pelajaran. Jarak rumah ibu ke sekolah itu tidak dekat, tapi apa yang ibu dapatkan? Kalian hanya membuat ibu kecewa. (diam sesaat)
Yasudah, sekarang terserah kalian saja mau dikerjakan atau tidak karena sebenarnya ini untuk diri kalian sendiri. Jika kalian menganggap penelitian ini sebagai beban, lebih baik tidak usah dilanjutkan. Ibu tidak mau kalian merasa terbebani dengan pelajaran social studies. (berkemas dan pergi)
Semua siswi merasa cemas dengan perginya Bu Rahma dan mereka bingung harus melakukan apa. Lalu, salah satu di antara siswi berinisiatif untuk menyusul Bu Rahma ke kantor dan meminta maaf.
Tiwi                      : Bagaimana kalo kita susul Bu Rahma ke kantor?
Iza                         : Aku takutt..
Tari                       : Terus kita mau ngomong apa sama Bu Rahma?
Tiwi                : Apapun, yang penting Bu Rahma bisa memaafkan kita dan mau membimbing penelitian sosial kita lagi.
Semua siswi bergegas menuju kantor untuk menghampiri Bu Rahma, mereka tidak berani untuk masuk ke kantor sehingga mereka hanya mondar-mandir di depan kantor. Akhirnya setelah beberapa menit kemudian mereka memberanikan diri untuk masuk dan menghampiri Bu Rahma.
All                          : Assalamu’alaikum
Bu Rahma           : Wa’alaikumsalam (dengan pelan).  Ada apa kalian ke sini?
Tari                       : Ibu maafin kita, kita janji engga akan mengulanginya lagi.
Tiwi                      : Ibu jangan cuek! Kita mau ibu tetap membimbing penelitian kita.
Bu Rahma      : Usaha kalian itu belum maksimal, mudah menyerah! Ibu itu seperti tidak dihargai oleh kalian. Ibu membuang-buang waktu di sini hanya untuk mengajar siswi seperti kalian. Sekarang apa yang membuat Ibu harus percaya kalo kalian tidak akan membuat ibu kecewa lagi? Karena ini sudah yang kesekian kalinya kalian membuat ibu kecewa seperti ini.
Iza                            : Kita tidak akan menyepelekan tugas yang ibu berikan.
Tiwi                         : Kita akan berubah dan berusaha menjadi lebih baik
(Bu Rahma hanya merespon denga menatap siswinya satu per satu), tak lama bel pulang sekolah berbunyi ‘ teet..teet..tett ‘
Bu Rahma             : Hmm, yasudah sekarang kalian kembali ke kelas dan pulang!
Semua siswi bersalaman dengan Bu Rahma dan kembali ke kelas. Mereka menyesali kesalahannya dan berjanji akan berubah menjadi yang lebih baik.





Minggu, 03 Mei 2015

Kisah Inspiratif



Dari Penjual Es hingga menjadi Direktur

Budi Antono, Direktur PT DAHANA (Persero) mengikuti Gerakan Direksi Mengajar  yang digagas oleh Menteri Negara BUMN dan bertetapan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Gerakan Inspiratif ini dilakukan oleh direksi BUMN di seluruh Indonesia. Uumumnya, para direksi memilih sekolah alamaternya dulu, termasuk pria keturunan Purwokerto ini.
Sosoknya yang humoris membuat ia mudah untuk mengambil hati anak didiknya yang baru pertama kali bertatap muka dengannya. Kelasnya dimulai pukul 09.00 dengan kisah lucu yang mengundang gelak tawa pendengarnya, berbagai kisah inspiratif kehidupannya, dan motivasi dalam menggapai cita-cita.
Saat SMA kelas satu Budi berjualan es dan membantu orang tuanya menyetrika pakaian dan belanja ke pasar.
“ Kalau yang sekolah sambil jualan es dan membantu orang tua saja bisa jadi direktur, siswa-siswi disini yang tugasnya hanya fokus belajar saja harusnya bisa jadi menteri atau lebih dari direktur,” kisahnya disambut antusiasme siswa.
Bukan hanya menanyakan rahasia kesuskesan sang Direktur, beberapa siswa memberanikan diri untuk bertanya mengenai aktivitas PT DAHANA yang menimbulkan kerusakan lingkungan hingga pertanyaan kritis “Apa yang sudah diberikan Budi Antono kepada SMA 1 Purwokerto saat sukses seperti sekarang ini? “
Di penghujung, Budi menguak rahasia pribadinya. “Kalau saya lihat SMA 1 Purwokerto dari waktu ke waktu film-nya selalu tetap yaitu … di sini cinta pertama kali bersemi…,” selorohnya yang disambut gelak tawa yang hadir.
Sumber : bumn.go.id